Saturday, February 12, 2011

islam itu indah.....

Islam itu Indah jika berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman para Shahabat (bukan pemahaman masing2 individu atau pemimpin kelompok masing2)...

Oleh karena itu, marilah kembali kepada Islam dengan aqidah dan manhaj (cara beragama) yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam dan yang dipahami oleh para Shahabat Rodhiyallahu anhum,Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik....

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para shahabat) kemudian generasi sesudahnya (para tabi’in) kemudian generasi sesudahnya (para pengikut tabi’in).” Hadist – Mutaffaqun ‘alaih

Kembali kepada pemahaman para Salafush Shalih adalah solusi problematika ummat Islam. Ikutilah mereka jika kita ingin selamat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hadits iftiraq (akan terpecahnya ummat ini menjadi 73 golongan):

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.”

[HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241), al-Aajury dalam asy-Asyari’ah, al-Laalikaa'iy dalam as-Sunnah (I/113 no.150). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan hadits ini shahih masyhur. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albany. Lihat Silsilatul Ahaadits Shahihah (no. 203 dan 204).7]

Dalam riwayat lain Rasulullah telah menjelaskan tentang siapakah al-Jama’ah itu:

“Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Shahabatku berjalan di atasnya.”
[HR. At-Tirmidzi (no. 2641) dari Shahabat ‘Abdullah bin Amr, dan di-hasan-kan oleh Syaikh al-Albany dalam Shahihul Jami’ (no. 5343). Lihat Dar-ul Irtiyaab ‘an Hadits Ma Ana ‘Alaihi wa Ash-habii oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilaaly, cet. Daarul Raayah, 1410 H8]

(read less)
     

No comments:

Post a Comment